SUMSEL.PKS.ID – Ketika Nabi Muhammad saw. dan para sahabat menggali parit untuk menghadapi pasukan koalisi (ahzab) – dari kaum kafir Quraisy, para kabilah Arab sekitar Makkah dan orang-orang Yahudi dari dalam kota Madinah – yang akan menyerang Madinah, saat itu dalam kondisi paceklik. Setiap orang dalam kondisi sulit, bahan makanan terbatas, musim dingin menusuk melewati kulit, daging hingga mengilukan tulang.

Melihat nabi tidak membawa perbekalan makan siang maka Jabir RA dan isterinya berinisiatif untuk memasak makanan. Dirinya menyembelih seekor anak kambing kecil. Dia mengajak Rasul dan beberapa sahabat saja untuk makan siang.

Ketika hidangan telah siap Jabir menyampaikan ajakan tersebut kepada Nabi. Di luar dugaan ternyata Nabi mengumumkan ajakan Jabir ini kepada semua sahabat yang sedang menggali parit. Jumlah mereka tidak sedikit bahkan ratusan. Hampir seisi Madinah terlibat dalam pekerjaan ini kecuali para pengkhianat Yahudi dan orang-orang munafik saja yang menghindar.

Tentu Jabir kaget, tapi Nabi menyampaikan agar Jabir dan istrinya tetap tenang. Nabi sendirilah yang akan mengambil dan membagikan makanan tersebut kepada para sahabat. Saat-saat yang mendebarkan bagi Jabir dan istrinya terjadi. Luar biasa anak kambing kecil itu ternyata cukup untuk makan siang ratusan orang.

Inilah contoh amal sedikit langsung jadi bukit, anak kambing kecil bisa mengenyangkan ratusan orang dan itulah namanya keberkahan. Sulit mencari padanan kata berkah dalam bahasa Indonesia. Tetapi setidaknya Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim mengartikan berkah ke dalam dua makna:

  1. tumbuh, berkembang, atau bertambah;
  2. kebaikan yang berkesinambungan.

Menurut Imam Nawawi, asal makna berkah ialah “kebaikan yang banyak dan abadi”.

Maka, wajar saja rezeki yang sedikit dapat terasa begitu banyak dan mencukupi jika ada keberkahan di dalamnya. Sebaliknya, ada yang rezekinya melimpah namun tak pernah merasakan kepuasan dan kecukupan disebabkan kehilangan barokah.

وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم ﻷزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد
“Ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, apabila engkau bersyukur (atas nikmat-Ku) maka akan kutambahkan untukmu dan apabila engkau kufur sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 8).

Jalan menuju keberkahan adalah dengan mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan. Tentu makna syukur juga dibarengi dengan segala atribut kesyukuran tersebut yaitu melakukan sesuatu dengan jalan dan cara yang baik. Bersyukur berarti mengharapkan penambahan-penambahan kebaikan secara berkesinambungan.

Ada tiga contoh amal yang sedikit langsung jadi bukit:

  1. Berdasarkan Perbuatan.
    Shalat berjamaah, mengapa sedikit langsung menjadi bukit?
    Yaitu karena perbandingan nilai shalat sendiri dan berjamaah sangat signifikan yaitu 1 : 27, artinya jika shalat berjamaah maka nilainya langsung meningkat menjadi dua puluh tujuh derajat.
  2. Berdasarkan Tempat.
    Shalat di Masjidil Haram ibaratnya sedikit langsung menjadi bukit, karena shalat satu rakaat di Masjid al-Haram sama nilainya dengan 100.000 rakaat shalat di masjid lain.
  3. Berdasarkan Waktu.
    Malam lailatul Qodar ibarat sedikit langsung menjadi bukit, karena amal satu malam lebih baik nilainya dari seribu bulan.

Ditulis oleh Muhammad Toha (Wakil Ketua Umum DPW PKS Sumsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.