image

PKS-SUMSEL.OR.ID – Dia anak negro, nampak jalan teruntai dan sebuah anjing herder dengan polisi lengkap menghadangnya. Foto ini diambil saat peristiwa demo besar menuntut kesamaan hak antara kulit hitam dan kulit putih. Foto ini memicu kongres amerika menyusun sebuah undang-undang untuk menghapus diskriminasi. Perjuangan yang selama ini sulit untuk berhasil, tiba-tiba didukung oleh seluruh negeri dikarenakan sebuah foto.

Senyumnya nampak lepas, ia seorang petinggi partai Islam. Wajahnya sudah mulai menampilkan raut muka yang menua namun terlihat ia seorang yang enerjik. Disamping foto ini ada seorang pengusaha cina. Mereka semua ada didalam satu barisan sedang meresmikan awal dari pembangunan rumah sakit. Rumah sakit ini punya cerita tersendiri di masyarakat, dituduh sebagai kedok untuk memurtadkan. Masyarakat bergerak menolak. Partai Islam ini pun dituduh tidak konsisten karena ada seorang petingginya hadir dalam sebuah foto.

Anak negro ini tidak hadir untuk berdemo. Ia hadir untuk menonton demo. Di foto ini juga ia tidak sedang dihadang, yang terjadi adalah ia sedang menahan anjing dan bersiap untuk menendang. Anjing yang ia tendang justru yang terkena luka parah. Apa yang terjadi dengan apa yang dimaknakan terjadi bisa sangat berbeda. Mungkin anak negro itu pun tidak sadar bahwa ia sedang mengubah wajah amerika dengan sebuah foto.

Framing itu sebuah kerangka. Ia membingkai sebuah cerita atau foto. Seringkali di dalam satu sudut pandang dan sudut gambar, foto tertentu menjadi punya makna yang berbeda. Bisa jadi bahkan aktor yang sedang difoto tak pernah menyadari bahwa apa yang dimaknakan bisa sangat berbeda dengan apa yang sedang terjadi.

Ini seperti sebuah foto yang sangat heboh, ketika obama berfoto bertiga. Disampingnya ada seorang wanita, yang lebih menarik adalah di samping berikutnya ada michele obama yang sedang bersedekap dan melihat lurus ke depan. Anda tentu sudah tahu kehebohan apa yang terjadi dengan foto ini? Sayangnya manusia seperti juga saya, sering lupa bahwa foto selalu punya kerangka.

image
Oleh: Irfan Aulia - Penggiat Psiko Politika
Follow @UdaIrfan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.