PALEMBANG, SUMSEL.PKS.ID – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam pemandangan umumnya saat Rapat Paripurna XIX menyoroti soal perhatian terhadap budaya. Menurut Ridwan yang mewakili FPKS menyampaikan pemandangan umum, kalau perhatian terhadap budaya terutama peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) sangat kurang. Maka dari itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk memasukan Kesultanan Palembang Darussalam sebagai destinasi wisata di Sumsel.

“Maka kami meminta Kesultanan Palembang Darussalam sebagai destinasi wisata di Sumsel,” tegas Ridwan dihadapan Sidang Paripurna, Rabu (21/9).

Sementara itu, Sekretaris FPKS DRPD Sumsel Mgs. Syaiful Padli mengatakan bahwa ada banyak peninggalan KPD yang dapat dijaga dan dilestarikan. Menurutnya ada kesenian dan adat istiadat yang diwariskan secara turun temurun, begitu juga dengan benda bersejarah. Dirinya berharap, bila KPD dimasukan menjadi destinasi wisata akan menjadi lebih baik.

Syaiful juga meminta dukungan kepada masyarakat agar rencana ini dapat segera terealisasi.

“Mohon dukungan dari dulur-dulur di Palembang, sekarang lagi pembahasan Raperda Pariwisata dan salah satu usulan Fraksi PKS adalah agar Kesultanan Palembang Darusalam menjadi salah satu aset budaya yang perlu mendapat perhatian,” tulis Syaiful yang putra asli Palembang di fanspage facebooknya, Kamis (22/9).

Menanggapi komentar Ketua Bidang Humas DPW PKS Sumsel tersebut, tokoh budaya Palembang Vebri Al Lintani mengajak berjuang bersama dalam memajukan budaya Palembang.

“Payo samo samo kito berjuang, mengadvokasi decision maker agar mengubah paradigma dalam memandang kebudayaan, singgo peratiannyo lebih proporsional,” ujar Ketua Dewan Kesenian Palembang tersebut di kolom komentar.

Menurut Vebri, kebudayaan itu satu entitas penting dari pembangunan, bukan sekadar pelengkap. Dia mengatakan kalau selama ink, budaya Palembang hanya menjadi pelengkap penderita saja.[esm]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.