Sebanyak 38 peserta dari tujuh pondok pesantren di Sumatera Selatan dan Jambi mengikuti Babak Penyisihan Lomba Baca Kitab Kuning III 2018 (8/9). Lomba yang diadakan oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini dilaksanakan di 16 provinsi dan setiap juara pertama di masing-masing provinsi akan berkompetisi kembali pada Lomba Baca Kitab Kuning tingkat Nasional.

Wakil Ketua DPW PKS Sumsel sekaligus mewakili Fraksi PKS Provinsi Sumsel, Askweni mengatakan bahwa salah satu tujuan dari lomba ini adalah untuk mencintai ulama yang telah menghasilkan karya sehingga kita bisa menikmati hasilnya pada saat ini.

Lomba yang dibuka oleh Ketua DPW PKS Sumsel ini bernuansa beda dibanding tahun kemarin. Tahun 2018 ini, para santri berkesempatan menguji kepahaman ilmu fiqh nya di salah satu hotel ternama di kota Palembang. Hanif salah seorang peserta ikhwan sangat senang dengan kegiatan ini dan berharap agar PKS mengadakan lomba baca kitab kuning dari kitab yang lebih mudah untuk dipahami. Sehingga akan lebih banyak santri yang ikut berkompetisi dalam kegiatan PKS.

“Banyak pengajar atau guru yang mengeluhkan rendahnya tingkat literasi kita. Padahal masalahnya bukan pada anak-anak, tetapi pada metode yang digunakan,” ungkap Muhammad Toha selaku Ketua DPW PKS Sumsel. Dari babak penyisihan di Sumsel ini didapatkan pemenang yang merupakan santri dari Ponpes Al Inayah, Jambi. Pemenang mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 7.500.000 dan di tingkat pusat nanti akan diperebutkan hadiah utama berupa Umroh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.