PALEMBANG, SUMSEL.PKS.ID – Secara resmi melalui Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis (10/3) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) meminta Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin untuk mencarikan solusi atas melemahnya harga karet. Hal itu disampaikan juru bicara FPKS DPRD Sumsel, Ridwan. Dirinya mengatakan bahwa karet sebagai komoditi sebagian besar petani di Sumsel harganya saat ini sungguh memprihatinkan.

“Harga karet yang sangat rendah menyebabkan daya beli masyarakat juga menurun dan banyak pedagang kecil yang gulung tikar,” ungkap legislator PKS dari Daerah Pemilihan Sumsel VII yang meliputi Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang tersebut.

Maka, dirinya meminta Gubernur yang saat itu hadir untuk memperhatikan dan mencarikan solusi permasalahan yang dimaksud.

Rapat Paripurna XV DPRD Sumsel mengagendakan Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-fraksi terkait lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan pemerintah. Selain dihadiri Gubernur, tampak pula Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki yang turut mendampingi beserta pejabat lainnya. Kelima Raperda itu adalah Raperda tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raperda tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, kemudian Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sumsel tahun 2006 – 2036. Selanjutnya, Raperda tentang Penyelenggaraan Kebun Raya Sriwijaya, dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumsel tahun 2016 – 2036.

Pada dasarnya FPKS menerima seluruh Raperda tersebut untuk dilanjutkan pembahasannya. Namun, pihaknya memberikan beberapa persyaratan seperti pada Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Sumsel tahun 2016 – 2036. FPKS melalui Ridwan mengatakan bahwa Perda tersebut sangat baik namun nanti harus diberikan sanksi tegas bagi mereka yang melanggar. Karena masih banyak yang mendirikan bangunan di lahan milik pemerintah, daerah resapan air dan ruang terbuka hijau.[esm]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.