SUMSEL.PKS.ID – Memperingati Maulid Nabi artinya mengingat kembali peristiwa bersejarah empat belas abad yang lalu. Peristiwa kelahiran manusia agung, Nabi Muhammad saw. Keagungannya karena dirinya adalah manusia pilihan yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah dari Allah SWT, yaitu Al-Islam. Selain itu, keagungannya juga disebabkan ketinggian akhkak sehingga Rasulullah patut jadi contoh bagi kehidupan semua manusia di setiap zaman sesudahnya dalam segala aspeknya.

Mengingat dan mengikuti Rasulullah memang tidaklah mesti dikhususkan harinya. Akan tetapi inilah yang disebut momentum. Maulid nabi diharapkan menjadi momentum bagi setiap orang khususnya ummat Islam untuk mengikuti langkah teladan mereka. Momentum artinya kejutan sesaat untuk bangkit. Setiap orang butuh momentum untuk berubah. Ibarat sebuah pesawat terbang yang ingin take off, maka dibutuhkan momentum pada saat akan meninggalkan landasan. Waktunya tidak lama, hanya butuh waktu sekitar 3 detik, tapi inilah saat paling krusial dan menentukan keberhasilan suatu penerbangan. Sama halnya dengan perubahan diri, momentumnya hanya sesaat, tapi waktu sesaat inilah yang menentukan arah hidup manusia.

Mengapa Sholahuddin Al-Ayyubi, pejuang Islam dari Kurdi mengadakan peringatan Maulid Nabi untuk pertama kalinya dalam Islam? Karena dirinya tahu, bahwa masyarakat muslim kala itu perlu momentum untuk membangkitkan semangat juangnya. Mereka yang sudah lama hidup terlena dalam kesenangan perlu diingatkan kembali akan kehidupan Rasulnya. Barulah setelah itu mereka akan mampu menghadapi musuh dan merebut kembali Palestina dan Yerussalem-nya ke pangkuan Islam.

Inti dari peringatan Maulid Nabi ini adalah i’tikad baik. Bukan mengada-adakan sesuatu (bid’ah) seperti yang dituduhkan beberapa kelompok orang. Setiap orang harus mengingat peristiwa penting dalan kehidupannya. Begitu juga dalam lintasan sejarah agamanya. Tujuannya untuk mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Jika tak ada yang mengingat maka tak ada sejarah yang ditulis. Jika tak ada sejarah yang ditulis maka apa yang akan kita ajarkan kepada anak cucu kita. Al Quran berisi banyak kisah untuk mengingatkan manusia. Rasulullah akan merasa bersedih ketika mengingat kenangan perjuangan bersama isterinya tercinta Khadijah RA.

Maka, yuk kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum upgrade diri kita, momentum perubahan kehidupan kita dalam mencontoh Rasulullah. Mari kita terus mengingat peristiwa-peristiwa penting tersebut untuk mengingatkan diri kita. Karena mengingat itu perlu…

Ditulis oleh Elly Sumantri (Ketua Deputi Publikasi dan Hubungan Media Bidang Humas DPW PKS Sumsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.