PALEMBANG, SUMSEL.PKS.ID – Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Umum Sumatera Ekspres (Sumeks), Nurseri Marwah menyambut baik wacana Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Selatan yang berencana mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Ketahanan Keluarga. Bahkan menurutnya, PKS adalah partai pertama yang menggagas Raperda tersebut.

“PKS menjadi yang pertama dalam perihal menggagas Perda Ketahanan Keluarga ini, kami menyambut baik karena memang banyak sekali permasalahan di masyarakat kita yang itu harus diawali perbaikannya dari keluarga,” ujar Nurseri saat kunjungan DPW PKS Sumsel berkunjung ke Graha Pena, Kantor Harian Umum Sumatera Ekspres, Senin (28/12).

Nurseri mencontohkan seperti kasus incest (bapak menghamili anak kandungnya) yang terjadi di Kertapati harus menjadi sorotan. Selain itu, banyak juga kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menimpa para ibu rumah tangga. Dirinya berharap, PKS harus menjadi garda terdepan dalam mengatasi permasalahan seperti itu.

Menanggapi pernyataan tersebut, Sekretaris Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (PKK) DPW PKS Sumsel, Juli Andriani yang turut dalam rombongan menjelaskan Perda ini memang sudah mendesak.

“PKS memandang keluarga sebagai unit terkecil dalam struktur masyarakat harus memiliki sistem pertahanan dan ketahanan,” ujar Juli.

Juli menjelaskan menceritakan bahwa beberapa pecan yang lalu Bidang PKK DPW PKS Sumsel juga telah melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita kelas II A. Warga Lapas tersebut berjumlah 350 narapidana. Saat ditanya, dari 200 orang yang hadir, hanya ada tiga orang yang belum berkeluarga. Itu artinya sebagian besar penghuni Lapas wanita tersebut sudah berkeluarga. Ada 3 orang yang terpaksa melahirkan dan membesarkan anaknya di Lapas, satu lagi hamil besar. Tiga orang ibu telah berusia di atas 50 tahun. Satu wanita divonis 20 tahun karena kasus pembunuhan.

Selain itu menurutnya, dari data yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Palembang, Syamsul Bahri bahwa hingga akhir Juli 2015 ada 1.183 permohonan perceraian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 869 permohonan diajukan oleh isteri atau gugat cerai dan 314 permohonan diajukan oleh suami atau cerai talak.

Ketua Umum DPW PKS Sumsel, Erza Saladin menambahkan bahwa pengguliran usulan Raperda Tentang Ketahanan Keluarga ini adalah sebagai bagian PKS berkhidmat untuk rakyat Sumsel. Kehadiran Erza Saladin juga didampingi oleh pengurus yang lain seperti Wakil Ketua DPW PKS Sumsel Muhammad Toha, Sekretaris Umum Irwan Irawadi, Sekretaris II Reza Pahlevi, Sekretaris Bidang Humas Anton da Karola dan Sekretaris Bidang PKK Juli Andriani beserta pengurus lainnya.[esm]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.