imageDEPOK, PKS-SUMSEL.OR.ID – Tidak ada yang menyangka Amelia Aisyah Puspitasari menemui ajal di usia belia. Siswi SMAN 1 Depok itu menghadap Sang Khalik dalam kecelakaan sepeda motor Selasa malam, 18 Februari 2014. Dia meninggal dunia setelah terlindas truk pasir di Jalan Cipayung, Depok.

Semasa hidup, Amelia bercita-cita menjadi seorang dokter di Pelestina. Dia juga berkeinginan keras bisa berangkat Umroh ke Tanah Suci. Amelia, gadis 16 tahun itu, dikenal supel dan mudah bergaul.

Kepergian anak sulung dari empat bersaudara pasangan Haji Wahyana dan Endang ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Tak hanya orang tua, sejumlah teman sekolahnya pun jatuh pingsan saat meratapi jasad Amel yang disemayamkan tak jauh dari rumahnya di Kompleks Departemen Agama, Blok J Rt 14 Rw 15, Pabuaran Depok, Rabu 19 Februari 2014.

Nabila, salah satu teman sekelas korban, mengatakan, empat hari sebelum meninggal, Amel sapaan akrab almarhumah, telah berhasil menghafal bacaan Alquran Surah Ar-Rahman.

Sangat Pintar

“Anaknya pinter banget. Dia teman yang enak diajak ngobrol dan sharing. Iya, dia (Amel) memang ingin sekali jadi dokter di Palestina. Katanya ingin menolong anak-anak kecil di sana. Dia juga bilang ingin pergi Umrah,” kata Nabila sambil menyeka air mata usai mengiringi kepergian teman terbaiknya sejak masih duduk di bangku SMP itu.

Amel menghembuskan nafas terakhir setelah motor Honda Vario B 6266 EOU yang ditumpanginya jatuh saat berusaha menyalip kendaraan lain di depannya. Namun nahas, dari arah berlawanan muncul truk pengangkut pasir. Akibatnya, dia terlindas truk yang melaju kencang.

Amel tewas dengan kondisi mengenaskan. Kepalanya terlindas ban truk dengan nomor polisi B 9005 WJ yang dikemudikan oleh Mansur (38). Kasusnya kini tengah diselidiki Unit Laka Lantas Polresta Depok. [vivanews]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.