Pertengahan September ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengadakan Munas IV di Jakarta. Sebuah mekanisme pergantian kepemimpinan yang  umum terjadi. Sebagai parpol tentu PKS punya sejumlah perangkat dan strategi untuk mencapai tujuannya di politik praktis. Namun bagi PKS, politik hanya sebagai cara lain untuk memberi kemanfaatan bagi bangsa. Artinya, banyak fokus kerja yang juga dilakukan PKS agar tujuan menjadikan bangsa ini adil dan sejahtera terwujud. Satu diantara fokus kerja yang dimaksud adalah perhatian yang besar terhadap institusi keluarga.

Tentu hal tersebut bukan tanpa penjelasan. PKS menyadari bahwa keluarga adalah pilar penting dalam membangun sebuah negara. Keluarga yang kokoh dan berkualitas akan menjadi investasi besar bagi kuatnya negara.

Banyak kasus kerusakan moral dan penyimpangan perilaku yang terjadi di tengah masyarakat bermula dari ketidakkokohan sebuah keluarga. Anak merasa kehilangan sosok ayah. Suami tidak lagi menjadi kepala keluarga seutuhnya. Atau ibu yang bingung dengan pola asuh bagi anaknya.

Permasalahan ini tidak bisa dikatakan kecil. Hanya kasus perkasus. Namun sesungguhnya telah menjadi bibit kehancuran bangsa. Maka perlu langkah nyata mengatasinya. Dan parpol sebagai bagian dari elemen bangsa mesti turut mengambil bagian mencari solusi.
Di struktur kepengurusan PKS dari tingkat pusat hingga kecamatan, terdapat bidang perempuan yang bertanggungjawab atas kerja-kerja berhubungan dengan pengokohan keluarga.

Diantara langkah nyata PKS adalah membentuk Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang kedepannya secara intens dapat memberi pendampingan bagi keluarga-keluarga Indonesia. Berbagai permasalahan yang muncul dari dalam keluarga dinaksimalkan dapat diselesaikan dalam lingkup terkecil sebelumnya berdampak pada aktifitas anggota keluarga.

Selain itu keluarga adalah taurits (pewarisan) nilai-nilai kebaikan yang telah orang tua yakini dan lakoni kepada anak-anaknya. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan zaman turut berimbas pada tantangan dalam pendidikan anak. Pola pendekatan tidak lagi dapat disamakan dengan apa yang orang tua mereka alami. Maka, orang tua harus dapat meningkatkan kemampuan pola asuhnya dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kebaikan berdasarkan ajaran Islam yang tidak tergantikan.

Akhirnya, dengan semua apa yang sudah dimulai PKS untuk fokus pada pengokohan keluarga hendaknya dapat diteruskan dan ditingkatkan. Kepemimpinan boleh berganti. Persaingan politik boleh kian berdinamika. Tapi menjadikan keluarga sebagai bagian penting dari kerja-kerja dakwah PKS tidak boleh terabaikan.
#selamat munas PKS
#berkhidmat untuk rakyat

Oleh: Umi Laila Sari (Sekretaris Div. Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan Bid. Perempuan DPW PKS Sumsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.