Road To Pilkada Muba ( 3 ) : Pilkada Untuk Rakyat.

0
256

8126999_1233006797594_1601896003_30629134_4524449_nMalam sabtu yang lalu, ( 18/3) saya pulang dari Palembang menuju tempat tinggal di Desa Terusan. Pukul 04.00 berangkat dari Palembang sampai di sekayu pukul 20.Wib. Setelah makan nasi goreng,  bertemu dengan teman satu kampus. Berbincang-bincang sebentar dan melanjutkan perjalanan menuju ke tujuan.

 

Menanti mobil malam yang biasanya bus dari Palembang menuju Muara Lakitan. Bus ini biasanya berangkat dari Palembang pukul 20 atau 21 WIB. Bila lebih dari jam tersebut, biasanya sudah menanti pula mobil travel yang siap mengangkut. Ongkos dari Palembang menuju Lubuk Linggau  bila menggunakan travel Rp.110.000,-. Sedangkan, biaya bus dari Palembang menuju daerah Ngulak atau Terusan sekitar 30.000,- sedangan trevel Rp. 35.000.

 

Sekitar pukul 22.30 Wib, sebuah mobil kijang inova memberikan klakson. Setelah turun dari mobil, sopir bertanya, “ mau kemana ?”. saya jawab,” Terusan”. Biasanya berapa harga travel menuju kesana, “ Rp.20.000” ujarku.  Lalu, sopir itu bilang, “ saya minta 35 ribu jangan dak jadi ”. Saya tawar, “ 25 ribu saja”.  Lalu sopir itu bilang, “ Setuju…. mana uangnya” .

 

Ketika duduk di jok belakang. Saya disambut oleh seorang pria yang kerja di Lubuk Linggau. Pria yang mengenalkan dirinya Panji S P bekerja di Telkom lubuk linggau. Mulai dari pertanyaan dari mana, mau kemana, ada agenda apa dan seterusnya. Pertanyaan yang muncul mengalir sehingga dialog begitu mengalir.

 

Pada akhirnya, ada beberapa pertanyaan yang mesti saya jawab tentang Pilkada. Pertama,  ia bertanya berapa jumlah calon. Maka saya bilang, “hanya ada dua calon yang lebih serius ”. Kedua, dari dua calon tersebut apa yang menjadi daya tariknya ?. “ satu punya program setiap desa 1 milyar, mempunyai visi kerakyatan berupa pembangunan infrastruktur pedesaan. Sementara, calon yang satunya mencoba untuk mengulang memori masa lalu yang masi diperdebatkan”.

 

Ketiga,lalu apa motivasi anda berpolitik ?, “ maka saya jawab, sebagaimana dalam alam demokrasi sebagai ladang untuk melakukan perbaikan. Politik salah satu alat pengabdian kepada masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, untuk mengabdi kemasyarakat bisa lewat PNS, legislatif, polisi  atau NGO dan lain-lain. Tetapi, insyaAllah saya melalaui jalur ini,”

Tanpa terasa, pukul 00 WIB tiba di tujuan. Saya mengakhiri dialog selama perjalanan. Saling bertukar nomor handphone dan rencananya akan berlanjut di pertemanan di Facebook. Ada satu makna yang tersirat perlu dicatat dalam dialog yakni adanya ketertarikan masyarakat walaupun bukan warga Muba untuk mendengarkan dan melihat kondisi proses politik di Muba.

 

Melalui pesan itulah, semakin bersemangatlah untuk terus menulis beberapa catatan yang sebisa ditulis.

Tahun 2011 di Sumsel hanya ada satu Pilkada. Dan pertarungan Pilkada ini bukan pertarungan ‘satu calon bupati’ tetapi pertarungan antar partai, pertarungan harga diri, pertarungan asa yang terpendam dan melibatkan banyak figure. Mudah-mudahan itu semua tidak melupakan bahwa Pilkada Untuk Rakyat, bukan untuk kepentigan segelitir elit. 

 

Di tulis di Rantau Panjang, 20 Maret 2011

Musheni Mahidin Yusuf Sekretaris DPD PKS MUBA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.