LUBUKLINGGAU– Rapat konsolidasi terus digelar kader dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPD PKS Kota Lubuklinggau,Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Partai berlambang padi diapit bulan sabit ini semakin optimis memenangkan Pemilukada Kota Lubuklinggau,Oktober mendatang. Melihat calon yang diusung PKS yakni H Rustam Effendi dan Irwan Evendi dengan nomor urut 5, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuklinggau,H Abdullah Matcik optimis mereka akan menang. MUI menilai, PKS sudah sangat selektif dalam memilih kader yang akan menjadi sosok pemimpin umat di Kota Lubuklinggau. Baik umat muslim maupun non muslim. Bahkan sosok-sosok calon pemimpin ditunjuk ini, selain sangat dekat dengan umat, Insya Allah keduanya juga memenuhi tiga kriteria wajib yang ada pada jiwa seorang pemimpin.

Abdullah mengungkapkan, sebenarnya, setiap manusia adalah pemimpin. Minimal pemimpin terhadap seluruh metafisik diri sendiri. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas segala kepemimpinannya. Seorang pemimpin umat, minimal harus memiliki tiga sifat sangat mempengaruhi proses diri dalam menjalankan kepercayaan umat dalam memimpin.

Pertama, amanah. Karena seorang pemimpin umat, dipilih dan umat mempercayakan tongkat kepemimpinan kepada seorang pemimpin yang dipercayainya. Amanah berarti dapat dipercaya, dan ketika berjanji, ia menepati. Jika pemimpin amanah, Insya Allah umat akan merasa aman. Amanah, bukan hanya dapat mengayomi. Namun juga jujur, adil, tawadhu’ dan selalu mengutamakan kepentingan umat, dibanding kepentingan pribadi.

Selain itu, seorang pemimpin harus qonaah.
“Artinya seorang pemimpin haruslah mudah merasa cukup. Namun dalam artian yang luas. Mudah merasa cukup dengan harta yang dimiliki, dan jabatan yang diamanahkan. Sehingga segala yang dilakukan dalam mengemban amanah dipercayakan umat, hanya dikarenakan Allah untuk kemaslahatan umat,” jelas Abdullah.

Kriteria ketiga adalah, istiqomah. Ini penting, agar senantiasa mantap dalam melaksanakan tindakan dan kegiatan namun tetap pada koridor hukum yang jelas.

Abdullah menilai, PKS sebagai Partai Dakwah, dengan pengkaderan melalui proses tarbiyah, sudah pas dalam menentukan figur seorang pemimpin. Tentu dalam proses penentuan ini, PKS juga melihat latar belakang dan masa lalu sosok pemimpin yang ditunjuknya. Itu artinya, sosok pemimpin yang ditunjuk PKS bukan hanya dikenal mampu memanajemen organisasi, namun segala tindak-tanduk keseharian, dan ibadahnya dapat menjadi contoh.

“Dalam proses tarbiyah yang diberikan kepada setiap kader, diisi dengan pembinaan. Melalui pembiasaan yang telah dilakukan Balon diusung PKS setiap hari, inilah yang membentuk kepribadian yang menumbuhkan jiwa-jiwa kepemimpinan untuk umat. Insya Allah dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, maka akan berpengaruh positif pada kebiasaan yang akan dilakukannya dalam memimpin. Saya sebagai tokoh agama kota ini, menilai PKS sudah sangat baik dalam mengusung balon, karena ada kolaborasi antara kepentingan keumatan dan kekuatan politik,” jelas Abdullah.

Sikap kesederhanaan, dan kepedulian terhadap kepentingan umat, diusung setiap kader PKS Insya Allah akan menghantarkan Balon diusung menjadi pemimpin bukan hanya akan mengayomi umat muslim, namun non muslim sekalipun. (LinggauPos/Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.