Satrya Yudha: Kita Harus Bertahan dan Menang

0
213

image

MEDAN, PKS-SUMSEL.OR.ID – Sekretaris Umum DPW PKS Sumatra Utara (Sumut) Satrya Yudha Wibowo, ST mengatakan puncak perjuangan itu dimulai pada 9 April mendatang. Maka setiap orang diharuskan mempersiapkan segala kemampuan untuk menghadapi halangan dan rintangan dengan kekuatan yang dimiliki.

“Ini merupakan Jihad dalam mempersiapkan peperangan yang berbentuk politik. Pemilu bukan sekedar pesta demokrasi, akan tetapi event ini yang akan menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan. Kita sudah berada dalam kekuatan yang bercampur aduk dalam berbagai jenis pemikiran. Untuk itu kita harus bertahan dan menang,” ujar Satrya di hadapan para kordinator saksi di Asrama Haji Medan, Kamis (27/03) lalu.

Satrya juga menyebutkan bahwa saat ini dunia sangat terbuka dengan keterbukaan wilayah, demografi dan budayanya. Sehingga masyarakat perlu menyadari dirinya dalam perubahan dan penyesuaian zaman yang semakin tinggi.

Dalam  pesan terakhirnya, Satrya menjelaskan tentang kewaspadaan PKS dalam kehilangan kursi pada Pileg 2014 kali ini. Hal ini dianggap penting karena PKS banyak kehilangan kursi di Pileg 2009 khususnya daerah Deli serdang dapil IV dan Humbang Hasundutan.

Menurutnya, DPP PKS  sangat konsen dan serius dalam memperhatikan perhitungan manual suara Pileg 2014 kali ini. Ini sama halnya dengan menjaga amanah suara masyarakat untuk dijaga sampai rekap akhir di KPU Pusat.

“Mengawal suara bukan merupakan tugas yang kecil, karena ini memerlukan energi yang besar. PKS selama ini telah kehilangan banyak kursi di berbagai pemilu di Sumut. Maka, persiapkan kekuatan semampumu dengan menggelorakan semangat PKS di Sumatera Utara karena ini sangat potensial  untuk dimenangkan selain di 3 provinsi seperti Jabar, Sumbar dan DKI Jakarta. Tim Saksi dan Perhitungan Manual merupakan benteng terakhir yang PKS miliki untuk memenangkan pesta demokrasi 2014,” pungkas Satrya.

Hadir sekitar 120 orang koordinator saksi dari berbagai daerah di Sumut dengan keahlian bidang masing-masing minus kepulauan Nias.

“Untuk Nias kita khususkan hadir kesana dengan memberikan pelatihan saksi dan perhitungan manual seperti yang sebelumnya,” kata Mahmudin Hamzah Sinaga selaku Koordinator Tim Saksi dan Perhitungan Manual Sumut.[dm/pkssumut]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.