PALEMBANG, SUMSEL.PKS.ID – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan lawatan ke Markas Kepolisian Republik Indonesia Daerah (Mapolda) Sumsel (19/5). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel Irjen Pol Joko Prastowo. Di antara yang ikut dalam kunjungan adalah Ketua Umum DPW PKS Sumsel Erza Saladin, Sekretaris Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Sumsel Sumarno Ahmad Jamil serta para ketua bidang di kepengurusan DPW PKS Sumsel 2015-2019.

Pertemuan tersebut membahas berbagai hal di antaranya soal pertahanan dan keamanan. DPW PKS Sumsel melalui Ketua Umumnya, Erza Saladin menyampaikan keresahan masyarakat terkait ancaman keamanan di Sumatera Selatan. Salah satu yang menjadi topik adalah indikasi bangkitnya gerakan komunis di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan bermunculannya stiker berlambang palu arit di sejumlah tempat di Palembang serta di sosial media. Menurut Erza menyikapi gerakan terlarang ini, pihak berwenang dalam hal ini kepolisian harus tegas dan memburu pelaku penyebaran simbol-simbol komunis tersebut agar dapat diketahui dalang intelektualnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumsel berkomitmen bahwa dirinya dan jajarannya tidak akan membiarkan gerakan komunis bangkit kembali.

“Panglima Kodam II Sriwijaya juga menyatakan komitmennya untuk tidak membiarkan hidupnya kembali komunis,” ujar perwira polisi bintang dua ini.

Banyaknya kasus kekerasan seksual, narkoba, pencurian serta senjata tajam juga menjadi bahasan dalam pertemuan tersebut. Menurut Joko yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Mabes Polri ini bahwa tingkat kriminalitas di Sumsel saat ini yang tertinggi adalah kekerasan. Dirinya menegaskan bahwa tingginya kriminalitas di Sumsel tersebut disebabkan kebiasaan masyarakat membawa senjata tajam. Joko menjelaskan kalau kebiasaan ini memicu terjadinya kejahatan-kejahatan berupa pembunuhan, kekerasan, curas dan lain-lain.

Kejahatan lain yang tak kalah mengkhatirkan adalah penyalahgunaan narkoba. Baru-baru ini, kepolisian telah menangkap pelaku bersama barang bukti berupa 1kg sabu-sabu. Joko mengasumsikan jika dari 1 kg sabu itu dikemas menjadi 0,5 gram saja, itu berarti ada 2000 orang pengguna narkoba di Sumsel.

“Hal ini sangat memprihatinkan, dan membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan hal-hal tersebut,” tandas Joko.

Menurutnya, kepolisian tidak mungkin memainkan peran pengamanan secara sendirian, perlu ada kesadaran dari seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Terkait permasalahan kekerasan seksual, Kapolda menyatakan akan bekerja maksimal melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.

Dalam kesempatan tersebut, Erza Saladin menyampaikan komitmen DPW PKS Sumsel untuk bekerjasama dengan semua pihak termasuk kepolisian dalam hal pembagian peran pemeliharaan Kamtibmas. Erza menyatakan, PKS sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel dalam hal pencegahan narkoba. Selain itu, PKS juga mengajukan Peraturan Daerah (Perda) Ketahanan Keluarga dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2016.[aar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.