adminharry • Aug 10 2026 • 7 Dilihat

PALEMBANG — Masjid bukan sekadar tempat ibadah. Dalam perjalanan sejarah Islam, masjid juga menjadi ruang bertemunya masyarakat, tempat bertukar ilmu, membangun persaudaraan, hingga menjadi pusat tumbuhnya peradaban.
Semangat itulah yang tergambar ketika tokoh nasional sekaligus Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (AMY), menyempatkan diri mengunjungi Masjid Cheng Ho Palembang bersama jajaran pengurus DPW PKS Sumatera Selatan.
Di sela kunjungannya ke Sumatera Selatan, AMY menyempatkan diri menunaikan salat Ashar di Masjid Cheng Ho. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi AMY untuk melihat lebih dekat salah satu simbol keberagaman dan jejak sejarah perkembangan Islam di Bumi Sriwijaya.
AMY mengaku memiliki ketertarikan terhadap sejarah perjalanan dakwah Islam, khususnya bagaimana Islam pada masa lalu berkembang melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan masjid dalam sejarah peradaban Islam memiliki posisi yang sangat strategis. Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi rumah kedua bagi masyarakat, tempat berkumpul, berdiskusi, belajar, membangun solidaritas, dan melahirkan berbagai gerakan kebaikan.
“Penting bagi kita untuk melihat kembali sejarah kegemilangan Islam. Dari sana kita bisa belajar pola dan alur bagaimana Islam diperkenalkan dan diterima oleh masyarakat,” ujar AMY.
Ia menilai, mempelajari sejarah bukan sekadar untuk mengenang masa lalu. Lebih dari itu, sejarah dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun pola dakwah yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
AMY menekankan bahwa dakwah perlu terus menghadirkan Islam sebagai agama yang dekat dengan masyarakat, membawa kebaikan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Bagaimana nilai-nilai itu kita pelajari dan kita adopsi dalam dakwah hari ini, sehingga Islam semakin dicintai dan benar-benar hadir sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin,” lanjutnya.
Dalam kunjungan tersebut, AMY juga didampingi Ketua DPW PKS Sumatera Selatan, Baharudin, atau yang akrab disapa Kak Bahar. Kak Bahar turut menceritakan berbagai hal mengenai Masjid Cheng Ho Palembang, termasuk kemegahan bangunan masjid yang menjadi salah satu ikon kehidupan keislaman sekaligus simbol perjumpaan budaya di Kota Palembang.
Kunjungan tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda singkat. Di tengah kesibukan perjalanan dan aktivitas organisasi, AMY memilih menyempatkan diri untuk berhenti sejenak, menunaikan ibadah, sekaligus menyelami kembali pesan sejarah yang diwariskan melalui masjid.
Dari Masjid Cheng Ho, AMY melihat sebuah pelajaran penting: bahwa kekuatan Islam tidak hanya dibangun melalui narasi besar, tetapi juga melalui ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Masjid, dengan demikian, memiliki peluang besar untuk kembali memainkan peran strategisnya sebagai pusat ibadah, ilmu, silaturahmi, pelayanan sosial, dan gerakan kebaikan.
Semangat tersebut menjadi relevan untuk terus dihidupkan di tengah masyarakat hari ini—menjadikan masjid bukan hanya tempat untuk datang dan pulang setelah beribadah, tetapi juga sebagai rumah bersama tempat lahirnya persaudaraan, kepedulian, dan peradaban yang membawa manfaat bagi semua
PALEMBANG — Tokoh nasional sekaligus Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (...
PALEMBANG — Usia bukan alasan untuk berhenti bergerak. Pesan itu tergambar dalam aksi tokoh nasion...
PALEMBANG — Di tengah padatnya agenda kunjungan ke Sumatera Selatan, tokoh nasional sekaligus Pres...
PALEMBANG — Menjadi pemimpin bangsa bukanlah cita-cita yang harus menunggu datangnya masa depan. K...
PALEMBANG, 9 Agustus 2026 — Tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al...
Palembang — Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatra Selatan menyambut hanga...
