adminharry • Aug 10 2026 • 5 Dilihat

PALEMBANG — Usia bukan alasan untuk berhenti bergerak. Pesan itu tergambar dalam aksi tokoh nasional sekaligus Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (AMY), saat bertanding minisoccer bersama Mudir Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Ustaz Tol’at Wafa, dan sejumlah anak muda.
Dalam pertandingan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, AMY menunjukkan bahwa menjaga kebugaran tubuh sejak dini dapat membuat seseorang tetap aktif dan produktif hingga usia lanjut.
Pertandingan berlangsung sengit. Laga berakhir dengan skor 4-2, dengan AMY turut menyumbangkan dua gol untuk timnya. Kemenangan untuk tim Raudhatul Ulum.
Yang menarik, AMY tidak hanya bermain sebagai pencetak gol. Ia beberapa kali berganti peran, mulai dari menjadi pengumpan hingga turun sebagai striker.
Kemampuan membaca permainan dan membagi peran tersebut membuat pertandingan berlangsung cair sekaligus menghibur para pemain muda yang menjadi lawannya. Hal ini adalah buntut dari kegemaran AMY terhadap sepak bola telah tumbuh sejak remaja. Ia pernah menjadi bagian dari tim DKI Jakarta U-16 yang menjuarai POPSI 1981 di Palembang. Prestasi tersebut membawanya mendapat undangan dari Hie School Kyoto, Jepang, untuk mengikuti pertandingan eksibisi bersama Merdeka Boys Football Association (MBFA), di mana ia turut menyumbangkan satu gol.
Kehadiran AMY di lapangan juga menunjukkan kesenjangan usia yang cukup jauh dengan para pemain muda bukan menjadi penghalang untuk tetap berkompetisi dan menikmati olahraga bersama.
Bagi AMY, olahraga bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Lebih jauh, olahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat sekaligus ruang untuk membangun kedekatan antargenerasi.
Ia menilai kebiasaan menjaga kebugaran perlu dibangun sejak muda. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, seseorang akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk tetap aktif, berkarya, serta berinteraksi dengan masyarakat hingga usia lanjut.
“Yang penting kita menjaga kebugaran. Kalau badan sehat, sampai tua pun kita tetap bisa aktif dan berolahraga bersama anak-anak muda,” ujar AMY.
Kiprahnya di lapangan pun menjadi salah satu alasan AMY mudah diterima kalangan anak muda. Bukan hanya karena kemampuannya bermain sepak bola, tetapi juga karena ia mampu membangun suasana yang santai dan setara.
Di lapangan, tidak ada sekat antara tokoh nasional, pimpinan pesantren, dan anak muda. Semuanya melebur dalam satu permainan, saling mengoper, bekerja sama, dan menikmati pertandingan.
Momen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi bahasa yang universal. Sepak bola, misalnya, mampu mempertemukan orang-orang dari berbagai usia, latar belakang, dan posisi sosial dalam satu tujuan yang sama: bermain, bekerja sama, dan menikmati kebersamaan.
Bagi AMY, semangat seperti inilah yang perlu terus dirawat. Olahraga tidak hanya menghasilkan tubuh yang sehat, tetapi juga membangun persahabatan, sportivitas, kerja sama, dan persatuan.
Dari lapangan minisoccer Raudhatul Ulum, AMY menunjukkan satu pesan sederhana: tetap bugar, tetap berkarya, dan jangan kehilangan semangat untuk bermain bersama generasi muda. Karena olahraga bukan sekadar pertandingan, tetapi juga bahasa yang menyatukan bangsa.
PALEMBANG — Tokoh nasional sekaligus Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (...
PALEMBANG — Di tengah padatnya agenda kunjungan ke Sumatera Selatan, tokoh nasional sekaligus Pres...
PALEMBANG — Menjadi pemimpin bangsa bukanlah cita-cita yang harus menunggu datangnya masa depan. K...
PALEMBANG — Masjid bukan sekadar tempat ibadah. Dalam perjalanan sejarah Islam, masjid juga menjad...
PALEMBANG, 9 Agustus 2026 — Tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al...
Palembang — Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatra Selatan menyambut hanga...
